Benarkah kebiasaan kita sehari-hari bisa menghambat kinerja Law Of Attraction (LoA) untuk memanifestasikan impian/goal kita? Untuk memahami ini dengan mudah, saya akan menunjukkan dengan suatu peristiwa sehari-hari yang biasa kita lihat. Semenjak pertama tinggal di Jakarta, saya mengamati ada suatu fenomena yang amat mengganjal dalam hal perilaku sosial warga Jakarta. Fenomena ini dengan mudah kita temukan setiap hari di seluruh ruas jalan yang lalu lintasnya cukup sibuk dan lebih dari 1 jalur. Fenomena ini dilakukan oleh orang dengan berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. Dari pengemudi angkot, taksi, mobil niaga, mobil sedan, SUV, bahkan sampai mobil mewah seperti Mercy dan BMW-pun terlihat melakukan hal ini.
Jika kita sedang menyetir di jalanan, sesuai dengan tujuan maka kita seringkali harus berpindah jalur, misal dari jalur tengah ke pinggir, atau pindah dari jalur cepat ke jalur lambat. Sebagai warga yang baik dan (percaya) tata tertib berlalu lintas, maka tentunya kita s-e-c-a-r-a- -s-o-p-a-n menyalakan lampu se-in (sign ) untuk memberi tanda pada mobil di lajur sebelah agar bersedia memberikan ruang kepada kita untuk masuk.
Menarik sekali, begitu melihat lampu se-in kita menyala, sontak dengan seketika mobil-mobil di samping akan mempercepat lajunya dan menutup ruas jalan sehingga kita terhalang masuk. Demikian seterusnya dengan cepat mereka akan memajukan mobilnya sehingga tidak ada celah yang bisa dimasuki untuk berpindah jalur. Aneh sekali bagi saya melihat pertunjukkan semacam ini seolah seperti melihat orang yang takut tidak kebagian sesuatu (scarcity mentality )
Read more "Scarcity Mentality : Faktor Penghambat Kinerja Law of Attraction (LoA)"
Posted on: July 31st, 2007
Periode tahun 1997 - 1999, saya lupa tepatnya kapan, yang jelas saya masih bekerja di suatu perusahaan, adalah awal mula saya menjadi pembelajar NLP melalui literatur-literatur. Saya belum belajar melalui training apapun mengenai NLP, jadi yang saya lakukan adalah mencari buku dan mencari sumber melalui internet yang waktu itu masih cukup langka. Saat itu, saya berkorespondensi dengan salah satu pakar fisika di ITB menggunakan email. Saya memforward salah satu tulisan mengenai Pengantar NLP padanya, dan beliau membalas balik mengirimkan artikel berjudul Alam Semesta Sebagai Sebuah Hologram. Dalam dataran wacana, artikel itu cukup menggetarkan paradigma saya, sekalipun pada sat itu pengaruhnya dalam dunia realitas saya belum terasa.
Aneh, tadi malam saya mendapati di maibox nongol suatu email yang berisikan artikel yang sama. Tidak pernah dituliskan secara jelas siapa yang menulis artikel ini, yang jelas artikel ini menarik sekali jika Anda senang memikirkan mengenai hakekat alam semesta, prinsip spiritualitas dan hal-hal bathin.
Sudah pernah saya ceritakan di artikel yang dimuat di pembelajar.com bahwa sejak dulu saya senang mendalami prinsip-prinsip yang relevan dengan LOA (Law Of Attraction) secara serius. Saya mengenal konsep-konsep sejenis LOA ini sudah sangat lama, semenjak masih mahasiswa di Yogyakarta, di mana kita belajar bahwa melalui kekuatan bathin bisa dilakukan proses materialisasi. Waktu itu, saya sempat merasa mentok, karena jarang sekali, saya mengalami kesuksesan dalam men-create materialisasi. Waktu itu, saya akhirnya berpikir bahwa diperlukan suatu bakat tertentu dan suatu ilmu bathin yang amat tinggi untuk dapat mempraktekkan hal-hal semacam LOA ini.
Read more "Alam Semesta Sebagai Hologram"
Posted on: June 16th, 2007