Alhamdulillah!
Pada saat SMP/SMA, saya membeli peta dunia yang cukup besar, berukuran 1 X 1.5 meter. Kemudian saya laminating plastik dengan landasan triplek berbingkai, bukan yang pigura kaca). DI peta itu, berbagai negara saya ingin kunjungi maka saya “pines” (pin / paku payung kecil yang pangkalnya plastik warna-warni). Satu warna untuk menandai negara yang saya kepingin banget kesana, warna lain untuk negara yang saya agak kepingin. Saya tidak punya alasan yang jelas kenapa saya agak kepingin atau kepingin banget, cuma pakai perasaan aja.
Teman-teman banyak yang mengomentari dengan kalimat yang aneh-aneh, jika mereka melihat peta dunia saya itu. Ada yang mengejek, ada yang katanya kagum, ada yang geli, ada yang senyum-senyum. Hehehe…, saya biarkan saja keomentar mereka. Toh cuman komentar. Well, bahkan ketika saya pindah ke Jakarta di akhir tahun 1995, peta itu saya bawa naik kereta. Kemudian saya pasang lagi di tembok kost saya yang sempit di bilangan Setiabudi Jakarta. Kost itu cuman kamar berukuran 3 X 4 meter, ditambah dengan kamar mandi shower ukuran 1 meter2. Semua ada di kamar itu, mulai kasur di lantai, meja belajar, lemari baju, buku, rice cooker , dan rak sepatu. Tentunya juga peta dunia saya yang dengan manis nempel di tembok…, lagi-lagi banyak teman kost yang mengejek saya, karena kamar saya paling kosong mlompong dibandingkan mereka yang punya TV, Stereo Set, VCD, beberapa punya karaoke, kulkas, dll.
Nah, kilas balik saya renungkan di malam ini, bahwa ternyata keberangkatan saya ke Canada kali ini merupakan perjalanan yang bagi saya luar biasa sekali. Karena mengalami berbagai kejadian yang luar biasa dan unik serta penuh kelimpahan. Kejadian yang intisarinya mengalami berbagai kelimpahan, dibayarin, di diskon, dikasih gratis, ditolong orang, ditraktir makan, nemu duit di jalan, dll…
Dari keseluruhan saya ke luar negeri semenjak tahun 1993, lebih banyak saya dibayarin orang lain. Perjalanan pertama adalah dibayarin oleh JICA pada tahun 1993-an selama sekitar 40 hari ke Jepang. Itu sekaligus merupakan perjalanan pertama naik pesawat terbang, hahahaha… saya masih ingat betapa ndesonya saya waktu itu.
Perjalanan berikutnya adalah dibayarin oleh perusahaan saya berkerja pada tahun 1997-an ke Singapura, mengikuti seminar dan pameran internasional mengenai suatu industri. Tidak lama, sekitar 3 atau 4 hari aja.
Perjalanan-perjalanan keluar negeri berikutnya adalah terutama waktu saya bekerja dengan Presiden Abdurrahman Wakhid. Saya lupa berapa banyak negara yang sudah saya kunjungi waktu itu… Tidak semua perjalanan saya ikuti, karena kami bergantian mendampingi Ibu Negara dan Juru Bicara Presiden waktu itu.
Perjalanan berikutnya yang dibayarin adalah saat memberikan training-training di Malaysia. Perjalanannya dibayari oleh pihak pengundang untuk berbicara sebagai Trainer di sana.
Nah, perjalanan berikutnya adalah atas biaya sendiri. Termasuk perjalanan ke Canada kali ini atas biaya sendiri, namun boleh dibilang dapat sponsor dari beberapa perusahaan secara tidak langsung. Selain itu dapat banyak sekali potongan harga yang nilainya puluhan juta rupiah. Saya yakin, hal ini terjadi karena saya banyak sekali berdoa, dan juga istri saya yang terus mendoakan, demikian pula Ibu saya ketika saya pamitan melalui telpon…
Saat mau merencanakan keberangkatan, dan menghitung pngeluaran selama di Canada…, wah lumayan juga lebih dari 100 juta rupiah nih! Lha saya akan berada di Canada dari 22 Mei sampai dengan 9 Juni, jadi 18 hari. Hotel bagus semacam Sheraton (tempat Michael Losier Seminar harganya sekitar 300 $Can, namun untuk peserta di diskon menjadi 235 $Can, membayangkan jika harus menginap sekitar 6 hari berarti sekitar hampir 15 juta rupiah hanya untuk hotel. Belum makan dan sebagainya…
Saya hitung lagi pengeluaran lain, sebelum ke Michael Losier saya harus ke Vernon dulu mengikuti pelatihan NLP, dengan rate hotel 94.62 $Can sebelum tax. Setelah tax adalah sekitar 1 juta rupiah. Lha kalau dikalikan 10 hari berarti sekitar 10 juta rupiah. Pesawat dari Vancouver ke Kewlona (dekat Vernon) sekitar 5 juta pp, plus lagi air port shuttle dari Kewlona ke Vernon adalah 27 $Can sekali jalan. Harga sebotol aqua sedang sekitar 1.25 $Can, jadi sekitar 11 ribu rupiah. Satu kali makan normal rata-rata antara 7 - 15 $ Can, lumayan juga nih.
Jadi sebelum berangkat, saya sempat tergoda berpikir untuk ngirit selama di Canada. Namun pikiran itu saya reframe dengan : “Nanti banyak kejadian yang akan mempermudah saya dalam rangka mencapai tujuan saya ke Canada ini, amien!” Saya membayangkan dengan perasaan senang…
Nah, menarik sekali dan rasanya saya sungguh diberkati oleh Tuhan YME, dengan mendapatkan berbagai rejeki dan kelimpahan yang saya terima selama perjalanan ke Canada ini :
- Saat membeli tiket pesawat, saya mendapatkan diskon cukup lumayan dari travel agent, ratusan ribu rupiah…, lumayan lah…
- Saat mengurus Bank Draft untuk syarat membuat Visa, saya ditolong oleh pihak manajemen suatu Bank yang pernah saya training, sehingga saya dapat memperoleh bank draft hanya dalam waktu beberapa jam saja. Biasanya urusan begini bisa makan waktu satu sampai dua hari lho…
- Saat pelatihan NLP dengan Steve di Vernon, saya adalah satu-satunya peserta yang mendapatkan diskon sebesar 250 Can$. Ini kira-kira hampir Rp 2.250.000,- Jumlah yang tidak sedikit bukan?
- Selama di hotel Best Western Vernon saya dapat diskon dari $123 menjadi 94.62, diskon lagi menjadi 83$Can, jadi akhirnya senilai …. itung sendiri yah…
- Perjalanan shuttle bus kembali dari Vernon ke Kewlona saya dapat diskon lagi sebesar 7$, dari 27$ menjadi 20$. Lumayan… sekitar 50 ribu hehehe…
- Saya sering sekali di tolong orang selama di Canada, bahkan ditolong orang pada saat sedang tidak mencari pertolongan lho… Tahu-tahu ada yang menawarkan bantuan, dll.
- Beberapa kali nemu uang dalam berbagai denominator. Saya berikan lagi sih ke orang lain. BTW, di Vancouver cukup banyak pengemis juga, setidaknya yang mengaku pengemis dan homeless.
- Saat pelatihan dengan Michael Losier, dari fee training senilai 3999 $Can (hampir 40 juta) saya mendapatkan diskon sebesar 1000 Can$, ini hampir setara dengan Rp 9.000.000,- . Masya Alloh!
- Selesai training NLP saya pindah lagi ke kota Vancouver, sementara saya belum dapat hotel, maka saya pilih di hotel YWCA, sekitar 103$Can (sekitar 1 juta rupiah). Hotel ini agak jauh dari lokasi pelatihan, dan sempit, saya memilihnya karena bersih dan aman. Saya hanya menginap 2 hari di sini, sambil mencari hotel alternatif yang cukup dekat dengan acara pelatihan. Akhirnya saya mendapat hotel tepat di samping hotel Sheraton, yakni Burrard Inn :).
- Burrard Inn, dari namanya Anda dapat menduga ini hotel kecil. Benar sekali! Ini sekelas motel sebenarnya, semua sederhana dan kuno, nggak ada pemanas/pendingin, hanya ada fan…, bayangkan deh! Harganya? 123 $Can semalam…., sejutaan lho… Saya sempat deg-degan juga waktu nginep di sini, karena membaca di internet reviewnya kurang bagus. Katanya ini dan itulah… Bahkan salah satu review di internet mengatakan bahwa pengunjung itu sangat kecewa dan marah dengan pada penjaganya karena kurang sopan dan dapat kamar buruk. Semalaman ia merutuki sambil membayangkan tamu-tamu lain yang tidur di hotel sebelah pasti keenakan dan penuh kenyamanan (maksudnya hotel Sheraton). Tulisan itu mempengaruhi saya, sehingga ketika saya datang ke hotel itu, saya muterin dulu satu kali sambil saya berdoa untuk diberikan aman, dan nyaman… Dan malam harinya, aduuuuuuuuh dingin banget, karena selimut tipis banget… Saat kedinginan itu saya jadi ikut ngebayangin betapa enaknya yang nginep di Sheraton itu…, sambil memandang dari jendela kaca… Namun saya segera mengubah feeling saya “Saya juga akan mendapatkan kenyamanan itu…, yang penting saya happy!!!” Saya mengembangkan rasa syukur saya, karena sudah mendapatkan hotel yang harganya murah (RP 1 juta semalem lebih murah dari 3 juta khan?), dan dekat dengan lokasi pelatihan, cuma nyeberang jalan saja…
- Well, selama di Burrard In saya ternyata mendapat diskon menjadi 89$ plus pajak. Lumayan… Saya tadinya berencana nginep disini sekitar 8 hari. Namun ternyata hanya 3 hari 2 malam saja…, sebab, pada sore hari ketiga… saya mendapatkan kejutan yang tidak di duga-duga dari Michael Losier!
- Malam sebelumnya adalah acara pertemuan informal dengan sesama peserta (yang saya tulis di artikel sebelumnya). Di sana saya sempat bertemu dengan Gizelle, yakni EO-nya Michael Losier. Saya bertanya padanya apakah uang pendaftaran yang ditransfer istri saya di Jakarta (saya sudah di Canada) sudah ia terima? Di bilang belum di cek, dan besok akan ngabarin…
- Nah, hari berikutnya kelas dimulai di sore hari jam 3 tepat. Saya datang sekitar jam 2.30 dan melakukan regristasi. Setelah mendapat training kit, saya hendak balik ke hotel saya, namun tiba-tiba dipanggil oleh Gizelle “Ronny, please wait a second, I ‘ll talk to you, important!” Dia memanggil saya sambil menelepon orang lain, jadi saya harus menunggunya. Saya sempat melihat ia memegang kertas kecil bertuliskan tulisan tangan nama saya dan angka-angka. Jadi saya sempat berpikir…, “Aduh, jangan-jangan transferan dari istri saya bermasalah nih!”. Untungnya saat itu juga saya menyadari bahwa itu adalah emosi negatif (vibrasi negatif), jadi segera saya reframe : pasti ada hikmah dan manfaatnya bahwa saya disuruh menunggu ini . Sejurus kemudian Gizelle bertanya saya menginap di mana? Saya jawab di hotel sebelah… Kemudian ia mengatakan bahwa semalam Michael Losier memutuskan bahwa SAYA DIBERI KAMAR GRATIS SELAMA 4 HARI Di HOTEL SHERATON! What!!!!????

- Menginap 4 hari di Sheraton, senilai hampir 10 juta lho! Lha jadi saya ini cuman mbayar seminar Michael separo saja! Alhamdulillah luar biasa!!! Ya Alloh! Terima kasih Ya Alloh…. Tuhan memang nggak bakal kekurangan skenario! Yang penting kita meminta, bersyukur dan happy.
- Akhirnya malam itu jam 10 saya pindah ke hotel Sheraton. Saat mengambil tas di hotel saya…, saya bertemu dengan beberapa orang peserta yang berasal dari Australia dan Filipina yang ternyata menginap di Burrard Inn juga. Sempat kasihan juga, kok mereka nggak dapat hotel gratis. Lantas saya doakan saja, semoga mereka segera mendapat kemudahan juga…, amien!
Demikian kisah saya mengenai kejadian yang related dengan LOA yang saya alami selama di Canada. Saya masih beberapa hari lagi di sini, nanti saya lanjutkan ceritanya.
Ohya,
Jadi ingat, ternyata Michael Losier juga menggunakan paku pines (berbentuk bendera kecil) dan peta untuk mewujudkan impiannya! Luar biasa, ternyata kami ada persamaan lagi… Asyiknya, setelah saya pelajari lebih jauh, cara Michael Losier agak berbeda dikit dan……… lebih baik…
Pengin tahu?
Tunggu berikutnya deh!
Semoga semua pembaca juga penuh berkelimpahan, amien!


24 Users Responded in " LoA dan LoA dan LoA "
Halo Mas Ronny!!!
Luar biasa cerita LoA-nya.
Omong2 soal LoA, salah satu LoA saya agar bisa sekelas dengan Mas Ronny di bulan Juli nanti ketika belajar dengan Richard Bandler sudah terwujud. Saya dibayari oleh sponsor saya untuk mengikuti training Licensed Practitioner of NLP bersama Pak Hing beberapa minggu lalu. Ini memungkinkan saya untuk mengikuti Licensed Master Pract dan Trainer’s Training Juli nanti.
Alhamdulillah…
Cuman, ternyata ada 2 tantangan lagi yang diberikan Tuhan untuk menguji vibrasi positif saya. Pertama, sejauh ini perusahaan belum mengizinkan saya untuk mengambil unpaid leave guna mengikuti training yang akan berlangsung 2 minggu lebih itu. Kedua, sponsor saya belum berhasil saya hubungi disebabkan kesibukannya keliling kota. Padahal, sudah tinggal hampir 1 bulan lagi training dimulai.
Sempat juga mengalami seperti yang dialami oleh Mas Ronny ketika dipanggil soal surat tadi. Alhamdulillah, begitu membaca tulisan Mas, saya juga tergerak untuk mempertahankan vibrasi positif saya: Tentu ada maksud baik di balik 2 tantangan yang sedang berada di hadapan saya.
Dari situ, saya tiba-tiba teringat berbagai kejadian, ternyata saya cukup sering mengalami tantangan yang seperti ini. Dan, in the last minute, Allah tiba-tiba menunjukkan ‘mukjizat’nya.
Jadi, Insya Allah kita satu apartemen ya Mas. He..he..
Salam,
Teddi
Thanks sharingnya Mas…
Memang kok, Tuhan punya jutaan skenario, lha wong dalang saja nggak pernah kekurangan “lakon”…
Keep allowing it!
Kisah LOA yang sangat menarik Mas Ronny.
Kalo ditelaah dikehidupan ini, saya yakin, pastilah seseorang berjalan di jalur hidupnya sendiri.
Jalur hidup ini, bahkan sudah terbentuk sebelum kita lahir di bumi ini…tetapi jalur ini masih berupa “jalur standar”.
Nah, semuanya terserah kita masing-masing, mau membangun “jalur standar” ini menjadi “jalur lebih baik dan semakin baik”, ataukah membiarkannya tetap saja sebagai jalur standar.
Atau bahkan merusak jalur standar ini menjadi “jalur di bawah standar”.
Kita bebas untuk bertindak, mau membuat seperti apa “jalur hidup” kita itu. Bahkan saya percaya, bahwa LOA juga terjadi pada orang yang tidak berpaham Tuhan atau atheis sekalipun. Buktinya, di negeri atheis sana sangat banyak orang yang sukses, berhasil berkelimpahan juga.
Oleh sebab itu saya yakin juga, bahwa Allah selalu mengikuti kemauan manusia untuk berbuat apapun di dunia ini, tidak peduli agama apapun bahkan yang nggak beragama juga boleh…seiring dengan kemauan kuat manusia untuk menjadi apapun.
“Ar-rahman - Ar-rahim”… Maha Pengasih - Maha Penyayang.
Salam LOA,
Wuryanano
Mas Nano yang baik,
Apa khabar?
Lama nggak ketemu nih!
Saya sepakat 100% dengan Anda. Dan moga-moga kita semua memang berada di “jalur yang di atas standar” dan selalu dalam jalur yang mendapatkan ridho Nya.
Amien
CU Mas…
Allhamdulillah Pak Ronny… ikutan seneng banget denger kisahnya. Memang Tuhan itu Maha Kaya dan ‘jalan’-Nya pasti selalu ada aja ya.
Terima kasih Pak Ronny untuk sharingnya, saya jadi diingatkan lagi untuk mempertahankan vibrasi positif. Sekarang saya lagi pengen coba provider internet baru, banyak yg rekomen, tapi baca di internet banyak juga yg komplain, belum2 saya jadi mikir parno2nya ni hehe. Saya juga ubah feeling saya ah.
Ditunggu kisah2 berikutnya Pak.
Salam,
Fitri
wow..wow..Alhamdulillah, Luar biasa
Allah Maha Besar, Saya ikut bersyukur dan sangat senang membaca kisah-kisahnya.
inspiring,terima kasih telah berbagi cerita.
Saat ini saya sedang mempersiapkan diri menuju next quadran dalam hidup saya ( karier, relationship)kendalanya macam2, namun saya selalu ingatkan diri untuk bersyukur,bersyukur dan…feel happy.
reframing Pak ronnie dari cerita diatas yang menguatkan saya.
salam
hasna
Wow….amazing
Congratulations Mas Ronny,
Cerita ini sangat menginspirasi dan memotivasi diri saya.
Saya juga punya banyak pengalaman, betapa Allah tidak kekurangan skenario untuk mewujudkan apa yang menjadi LoA/doa kita.
Minggu ini saya akan langsung beli peta dan pines. Semoga bisa segera menyusul Mas Ronny he..he…
Salam LoA
Faif
Waw…sharing yang luar biasa mas…Ditunggu sharingnya….saya membayangkan bila bisa ketemu Mas Rony di Bumi Sriwijaya (Palembang)
Salam dari Kota Pempek,
Daniel
saya baca tulisan mas Ronny, jadinya pingin nangis karena terharu. Saya jadi teringat pesan sahabat saya, dr Arief Alamsyah (peserta NLP 4 Trainer sby), dia bilang: Mas, jangan hanya berdoa “Ya Allah saya punya masalah besar”, tapi katakan juga kepada masalah itu, “Ya masalah, saya punya Allah yang Maha Besar yang akan bantu saya”.
Sukses Mas!
Terima kasih sharingnya mas Ronny
Saya jadi lebih merasa yakin doa selalu dikabulkan oleh Allah SWT tergantung sikap pemohon.
Akan lebih tahu rasa enaknya gudeg bila mengalami makan gudeg itu sendiri tidak sekedar hafal resepnya.
Selamat mas Ronny yg ibaratnya tlah mengalami “makan enak” banyak hal yang menurut saya mentakjubkan.
Salam sejahtera selalu
sadarbudi
Assalammu’alaikum wrwb,
Wah enak sekali membaca kisah perjalanan Mas Ronny hingga ke Canada.
Saya mau me LOA agar bisa pulang ke Indonesia dan bertemu semua anggota milis-2.
Wassalam wrwb
Assalamu’alikum,
Pa Ronny, mohon saran bagaimana lebih konsisten dalam memelihara vibrasi posifive meski sebenarnya beberapa kali saya sudah membuktikan keajaibannya tetapi mengapa kadang belum sabar menunngu hasilnya.
Pertengahan Mei 08 saya mendapat penawaran Pelatihan Ellit’s Team Farmasi Islam HPA International dari penawaran saat prensentasi rencanan acara tersebut sungguh sangat menarik masalahnya harga tiket yang ditawarkan cukup mahal untuk kondisi keuangan saya saat itu, saya cuma ingin ikut dan yakin akan mendapat kesempatan itu saja !
Subhanallah, tiga hari sebelum pelaksanaan ada sms penting dari salah seorang penggagas acara tersebut bahwa saya harus bersiap diri untuk mengikuti training dengan mengabaikan tiket yang mustinya harus saya lunasi lebih dahulu.
Maha suci Engkau ya Allah…
Wassamlamu’alaikum…
Mas Ronny, hebat banget ceritanya, jadi teori langsung dipraktekan,
Jadi nggak sabar pengin dibagi pengalamannya di Lingkar LoA.
Semoga selalu diberi kelimpahan dan kemudahan sampai selesai di Canada dan pulang ke Jakarta lagi.
Salam
Agus
Mas Ron, saya temen Pak Eko Andi dan Pak Arief di TRUSTCO Malang, beliau berdua cerita tentang Mas dengan sangat suggestif banget………….
Akhirnya saya bermimpi biar bisa ketemu mas bulan Juli ato Agustus ya? Pengen ikutan pelatihannya mas….
Oh ya tentang LoA, bulan Mei kemarin istriku mau melahirkan, tapi kali ini tdk seperti proses akan melahirkan sebelumnya. Ada banyak teka-teki tentang bagaimana proses persalinan ini akan terjadi nantinya. Pastinya saya sangat khawatir pada kondisi istri dan calon bayi kami. Pada saat yang sama istri “merengek” pingin segera punya rumah sendiri, karena selama ini kami masih tinggal sama mertua.
Ditengah gundah dan rasa terhimpit itu saya memilih untuk pasrah dan memperbanyak bersyukur. Sambil memperbanyak do’a (meminta) yang intinya ada dua:
- Memohon kemudahan dan keselamatan istri dan bayi kami saat persalinan kelak.
- Memohon agar bulan Juni ini kami di Mampu-kan dan di Mau-kan untuk membeli rumah.
Alhamdulillah………
akhirnya istri dapt melahirkan dengan proses yang sangat mudah diluar prediksi bidan dan dokter SPOG sekalipun, serta bayi kami sehat. Alhamdulillah
Dan sekarang saya telah deal untuk membeli sebuah rumah yang kami impi-impikan dengan kemudahan yang amat sangat karena sang pengembang baik hati banget dengan membolehkan kami untuk membayar DP cuman 10% bahkan boleh dicicil sampai 3 bulan, terus ada kelebihan tanah yang luasnya hamapir sama dengan jatah tanah seharusnya. Biasanya kelebihan tanah ini harus dibayar lunas diawal, tapi kami diizinkan untuk mencicilnya sampai 16 bulan
Alhamdulillah…….. Allah memang BAIKKKKKKKKK banget ya…………
Terimakasih Pak Ronny atas sharing-nya. Banyak pelajaran yang bisa didapat. Sambil baca ikut mengevaluasi diri, rupanya saya mesti banyak mereframe kejadian sehari2 saya biar bisa mengaplikasikan LoA lebih baik lagi.
Wassalam
FM
Assalamu’alaikum Wr.Wb…
Pak Ronny yang baik…
Selamat ya, telah tercapai impiannya. Sungguh saya bersyukur keapda Allah hari ini. Allah menunjukkan hidayahnya bagi saya melalui kisah bapak. Kejadian-kejadian bapak alami semakin menambah keimanan saya. Bahwa janji-Nya pasti benar.
Tentunya Pak Ronny sudah baca buku Kubik Leadership kan ? (mind reading). Pak Jamil menjelaskan tentang proses hukum kekekalan energi. Intinya adalah,seberapa besar tenaga yang kita keluarkan,begitu pulalah yang akan kita terima…
Ditambah dengan kampanye ust.Yusuf mansyur ‘The power of Giving”. Cerita bapak di Canada saya memaknai adalah, hasil dari benih kebaikan yang bapak taburi selama ini. Training yang diberikan secara TULUS IKHLAS, tidak hanya didunia Allah tunjukkan imbalannya melainkan juga di akhirat kelak. Amin.
terima kasih atas sharingnya. cerita bapak menambah kekuatan saya untuk berusaha lebih tulus ikhlas lagi dalam menyampaikan pesan moral,inspirasi,motivasi dan hikmah dalam setiap training.
Ilmu lainnya adalah bagaimana menggunakan reframing dalam kehidupan sehari-hari. Selalu dalam bentuk positif.
Bulan Juli depan saya punya dream untuk bisa belajar lebih dalam lagi tentang NLP bersama pak Aziz. Doakan saya agar bisa mengikuti kelas Master Practioner nya…
Once thanks, your story brings me new inspirastion and add my faith…
Rahmadsyah
Waw… Luar biasa mas…. MANTAP….. hehe..
alhamdulillah mas ronny dpt banyak kemudahan di artikel dan kehidupan ini…
sy berdoa mudah2an selalu dpt kemudahan2 yg lain di hari2 berikut nya……..
Assalamu’alaikum
Pak Ronny dibawah adalah impian saya…mohon komentarnya pak ya…!
Agustus 2008 : Memeberikan training untuk corporate sebanyak 5 kali.
• Mengadakan Training “Awaken the power in you”
• Mengadakan “Workshop ELS for Teacher “
• Uang cash Rp.4.000.000 ,-
Sepetember 2008 : Memberikan Training untuk corporate sebanyak 2 kali
Oktober 2008 : Jadwal training 6 kali untuk corporate.
• Uang cash Rp.10.000.000 ,-
November 2008 : Jadwal training 5 kali untuk corporate
• Ikut training Find Magic in You 3 hari
Desember 2008 : Umroh
• Jadwal Training 6 kali.
Tahun 2009 : Tarif training
• Rp. 5.000.000 ,- / 2 jam.
• Rp. 10.000.000 ,- / hari.
• Income Rp.25.000.000,- perbulan
• Menunaikan ibadah Haji (musim haji)
• Hutang terlunasi tuntas sebesar Rp. 27.000.000.- (mei)
• KELILING INDONESIA (Januari – Juni )
• Berlibur ke Puncak selama 3 hari bersama keluarga dari Aceh dan Bogor.( juli)
• Saldo di rekening BSM Rp.100.000.000,- (bulan oktober)
• Jadwal training 10 kali. (corporate 7 kali dan 3 kali untuk sosial) Setiap bulan
• Mengadakan workshop ELS for teacher dan Awaken the power in you , Rutin setiap bulan sekali.
“Ya Allah ya Razak, engkaulah pencipta langit dan bumi. Sungguh sangat kecil permintaan hamba karena engkau maha Kaya. Aku memohon kepada mu wahai pemberi Petunjuk. Berikanlah ilham kepada ku agar aku mampu untuk menuliskan impianku lebih besar dari ini. Aku memohon Ridha Mu ya Rahman. Bukakanlah pintu dan jalan kepadaku untuk meraih impianku. Ya Allah, berikan kepadaku keyakinan yang kuat dan metal baja. Untuk meyakini bahwa aku telah memiliki karuniamu ini semua. Bila impian-impianku menjerumuskan aku kedalam kemaksiatan.Gantikanlah yang lebih baik dari ini Ya Wahhab.”
Ya Allah, hamba yakin ini pasti terwujud dan engkau kabulkan..amin..amin..amin…
Ass Mas Ronny.
HEBAT.
Cerita LOA-nya sungguh menginspirasi.
Halo semuanya….
Aduh banyak banget komennya asyik…
Boleh ya saya jawab borongan…
Soalnya kemarin selama sebulan agak buru-buru terus kalau baca email / ngenet, jadi akhirnya komennya berjibun.
Terima kasih pada semuanya yang sudah mendoakan.
Saya juga senang karena artikel ini menginspirasi banyak orang juga.
Ada satu hal penting yang saya ubah sejak ikut Michael Losier…
Dalam melakukan LOA, langkah nomer satu bukan “Meminta”, namun “Menentukan apa keinginan kita”.
Langkah kedua : “Menguatkan Vibrasi”, dan Langkah ketiga “Allowing”.
Nah di sini saya lebih “peace of mind”, karena ternyata kita tidak perlu “Meminta”. Yang kita perlukan adalah MEMBULATKAN TEKAD PADA APA YANG KITA INGINKAN.
Dalam The Secret langkah ke 1 adalah “Meminta”, akhirnya terjadi kekusutan logika, “Meminta pada siapa?”. Diskursus menjadi blunder saat kemudian disebut2 sebagai alam semesta, dll…
Nah, jika mengunakan pendekatan Michael Losier, sederhana sekali, Non mistis….
Bayangkan contoh ini, kita setiap hari saaat berjalan tidak perlu minta kepada siapa-siapa untuk membuat Law Of Gravity (Gaya Gravitasi) bekerja pada kita, karena ia sudah bekerja terus (atas Kehendak Alloh SWT)
Nah, demikian pula dengan LOA (Law Of Attraction), ia bekerja terus (tentunya semua yang terjadi secara konstan di dunia ini adalah atas kehendakNYA).
Naaaaaah…. tinggal kita melakukan alignment secara mental dan emosi agar keinginan kita bisa ditarik dengan menggunakan kekuatan tarik menarik dari LOA yang sudah eksis ini.
Semoga membantu…
Ronny
Pingback & Trackback
Leave A Reply Here